Bersabarlah! Kenapa Harus Bunuh Diri?

21 Mar 2017

Sujud

Fenomena bunuh diri secara live minggu minggu ini menjadi topik hangat di media sosial (medsos). Sebuah Jalan menempuh kematian yang hina dan diharamkan oleh agama apapun. Bahkan ada yang sampai disiarkan langsung di medsos, sungguh memalukan bagi orang orang terdekatnya Bukan pada pelakunya. Sudah hilangkah rasa percaya kita terhadap kematian itu ada di tangan Tuhan. Mengapa kita tidak bersabar untuk menantinya dan mengisi hidup dengan cara yang bermanfaat.

Para pelaku bunuh diri itu adalah orang yang lupa bahwa kematian itu ada di tangan Tuhan. Kalau mereka menyadari hal itu, tentunya mereka akan bersabar karena pada saat ia mati bunuh diri itu, tanpa harus dilakukan dengan membunuh dirinya sendiri ia pun akan mati. Bukankah Rejeki dan waktu kematian itu sudah ada takdirnya. Yang tertulis sebelum kita dilahirkan ke dunia.

Inilah manfaat kesabaran yang bila kita bisa menjalaninya kita tidak akan tersesat jalan menjalani takdir kehidupan kita. Bukankah Allah Swt selalu beserta orang orang yang sabar. Apakah dunia yang diserahkan kepada kita sebagai khalifahnya sudah begitu buruk dan tidak sesuai untuk kita manusia hingga harus kita ratapi dan sedihkan.

Sudah menjadi menjadi sifat asasi kita bahwa manusia adalah makhluk yang suka berkeluh kesah, namun kesabaran adalah cara menghadapi setiap persoalan agar keluh kesah itu menjadi berkah. Kesabaran adalah ujian yang harus dengan gigih kita jalankan karena kesabaran sebenarnya tidak berbatas.

Allah tidak akan memberikan ujian yang melebihi kemampuan hambanya sebagaimana yang tertuang dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 286: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” apakah kita lupa janji itu?

Masihkah kita mesti melupakan janji Tuhan kita. Kita harus meyakini bahwa ujian yang kita jalani kita mesti mampu karena yang memberi ujian tahu bahwa kita mampu. Mari selalu beroptimis dalam menjalani hidup. Bunuh diri adalah perbuatan yang dilaknat jangan pertaruhkan harga diri kita dihadapanNya.

Semoga bunuh diri yang kemarin di medsos itu adalah yang terakhir. Mari mendekatkan diri kepada sang pencipta dengan membaca kitab suci agar kita merasa selalu berdia;og denganNya. Biar bagaimanapun kita yang dilahirkan ke dunia ini adalah orang orang terpilih untuk menjadi khlaifah di bumi ini. Jangan cepat berputus asa dan bersabarlah siapa tahu itu menjadi amalan ibadah kita dan berkah. Amin. 

 


TAGS sabar berkah


-

Author

Saya adalah arsiparis di Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan. Saya juga ngajar Seni dan budaya di SMAM6 Ponpes Karangasem Paciran, Lamongan. Yang pasti saya suka nulis itu saja.

Search

Recent Post