Arsip dan Kebangkitan Nasional

19 May 2017

Tanggal 18 Mei kemarin adalah Hari Arsip. Penetapan tanggal ini sebagai Hari Arsip  bertepatan dengan ditetapkannya Undang Undang no 7  tahun 1971 tentang Pokok pokok Kearsipan tanggal 18 mei. Sebagian dari kita mungkin masih kurang tahu tentang peringatan hari Arsip ini. Tema Hari arsip tahun ini sebagaimana yang dicanangkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia adalah “Tertib Arsip Cermin Budaya Bangsa”.

Kaitan antara tertib arsip dengan Kebangkitan Nasional adalah bagaimana kita membuktikan pencapaian pencapaian yang telah dilakukan oleh negara kita. Bukankah semua yang bisa kita sajikan kepada anak cucu kita semua diperoleh berkat adanya arsip yang ada.

Arsip sebagai memori kolektif bangsa  

Memori dalam benak kita adalah kenangan masa lalu (sejarah) yang selalu akan dipakai untuk menghadapi persoalan maupun untuk sarana pengambilan keputusan di masa yang akan datang. Ada anggapan bahwa orang yang tidak bisa mengambil pelajaran dari masa lalu berarti hidupnya tak lebih hanya makan dan tidur . Bahkan ungkapan proklamator kemerdekaan sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno yaitu yang terkenal dengan istilah Jasmerah ” jangan sekali-kali melupakan sejarah” masih sering dikutip oleh para cendekiawan untuk mengingatkan pentingnya penghargaan terhadap sejarah agar kita bisa meneladani jejak langkah pendahulu kita.

Bahkan saat ini United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) , organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bergerak dibidang Pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan sudah mencanangkan proyek pengamanan Warisan Dokumentasi Dunia yang yang dicanangkan dalam program MEMORY OF THE WORLD. Dalam pandangan Unesco memori dunia adalah dokumentasi yang tersimpan di perpustakaan, kearsipan, dan museum di seluruh dunia. Dan itu merupakan warisan dunia yang harus dilindungi keberadaannya.

Kearsipan sebagai salah satu dari tiga institusi penting dalam menjaga warisan memori dunia tersebut keberadaannya menjadi strategis dalam menyediakan informasi mengenai sejarah perjalanan bangsa bagi warganya. Mengapa demikian, karena lembaga kearsipan menyimpan semua rekaman perjalanan sebuah bangsa sehingga memudahkan orang untuk mengingat kembali masa lalunya karena kalau hanya mengandalkan ingatan personal saja banyak keterbatasannya. Dengan tersimpan di lembaga kearsipan tersebut maka memori tersebut menjadi memori kolektif yang bisa dimanfaatkan oleh banyak orang. Dan ingatan kolektif adalah cikal bakal kebersamaan dalam rasa memiliki akan sebuah bangsa.

Menjaga Memori Kolektif adalah Bukti Cinta Terhadap Negara

Berkaitan dengan rasa cinta kita pada negara kita, tentunya perasaan tersebut bisa kita tumbuhkan dengan menyajikan jejak jejak perjalanan bangsa yang terkumpul dalam arsip. Dengan mengetahui khasanah yang terekam dalam arsip menjadikan rasa bangga kita sebagai warga negara Indonesia tumbuh dan berkembang karena melihat perjuangan para founding father (pendiri bangsa) dalam mewujudkan sebuah negara yang merdeka dan berdaulat yang ternyata begitu penuh liku dan tantangan yang tidak ringan.

Sebagai wujud kecintaan warga negara terhadap bangsa dan negaranya adalah dengan menghargai, merawat, dan meneladani jejak langkah perjalanan bangsa melalui kiprah para pendiri bangsa tersebut. Masihkah kita sebagai warga negara menanggung resiko dari keteledoran maupun pengabaian kita terhadap arsip negara kita?

Kewajiban kita sebagai bangsa dan negara untuk menjaga setiap rekaman peristiwa mutlak menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita tidak bisa hanya mengharapkan pemerintah untuk itu, mengingat kita sebagai negara kepulauan tentunya aktifitas lokal lebih bisa diandalkan untuk menjaga dan merawat rekaman aktivitas warga negara di wilayah masing-masing. Selain itu, kegiatan tersebut adalah wujud kecintaan dan tanggung jawab kita pada bangsa dan negara kita dengan terlibat dalam mengelola, menyimpan, dan menyajikan setiap kegiatan kita dalam rangka pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Menciptakan kecintaan masyarakat kepada negaranya tentunya perlu memaksimalkan peranan lembaga kearsipan baik tingkat Pusat, tingkat provinsi, maupun tingkat kabupaten agar masyarakat atau warga negara bisa mengakses sejarah perjalanan bangsanya baik yang bernuansa lokal maupun nasional sehingga bisa menjadi memori kolektif yang menumbuhkan kebanggaan yang berakibat pada kecintaan warga negara sebagai bagian dari wilayah NKRI.

Di samping itu, keterlibatan personal setiap warga negara agar lebih peduli terhadap arsip merupakan ujung tombak utama karena mereka adalah pelaku utama dalam beraktivitas bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di lapangan yang tentunya harus lebih peduli akan informasi yang dikuasainya. Dengan semakin meningkatnya kepedulian terhadap arsip ini, seseorang sebagai warga negara juga telah ikut menjaga bukti bukti perjalanan sebuah bangsa dan negara karena itu adalah contoh kecil dari rasa cintanya pada negerinya.

 

Kebangkitan Nasional 20 Mei kita harapkan bisa menjadi tonggak kita untuk memaksimalkan kembali peranan arsip dalam mengamankan bukti bukti hasil penyelenggaraan pemerintahan. Arsip adalah bukti otentik kegiatan baik dan buruk karena tercatat secara kontekstual.


TAGS Kebangkitan Nasional Hari Arsip


-

Author

Saya adalah arsiparis di Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan. Saya juga ngajar Seni dan budaya di SMAM6 Ponpes Karangasem Paciran, Lamongan. Yang pasti saya suka nulis itu saja.

Search

Recent Post