Oktober Adalah Bulannya Pemuda

18 Oct 2017

Bulan Oktober identik dengan sebuah peristiwa penting yang digagas pemuda. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 telah berhasil mengubah arah perjuangan Indonesia sebagai sebuah bangsa. Kita yang dahulunya terpecah pecah baik suku maupun ras  berubah total menjadi sebuah bangsa berkat sumpah para pemuda pada tahun itu.

Kesadaran akan kesamaan sebagai sebuah bangsa yang bertanah air satu yaitu Tanah Air Indonesia mengakibatkan munculnya ikatan kuat persatuan antar elemen yang mengisi gugusan kepulauan Nusantara ini. Tidak mudah saya rasa untuk mengakui dan menerima perbedaan pada saat itu namun terbukti bahwa pemuda pada zaman itu berhasil mewujudkannya.

Mereka Jong Islamiten Bond, Jong Sumateranen Bond, Jong Celebes, Jong Ambon dan lainnya berhasil menelorkan sebuah sumpah yang ikonik bagi perjalanan negeri ini. Mereka adalah pemuda pemuda terdidik yang berhasil memutarbalikkan prediksi pemerintah kolonial bahwa politik etis yang dijalankannya berbalik arah untuk menggoyang kekuasaannya.

Mereka menyadari bahwa gagasan kemerdekaan tak kan pernah bisa berhasil bila masih dijalankan secara komunal kedaerahan. Bertolak dari situ gagasan untuk meminimalkan sentimen kedaerahan mendorong mereka untuk sama sama saling bersumpah setia mengakui sebagai sebuah bangsa yaitu bangsa Indonesia.

Meski sebelum sumpah pemuda sudah ada beberapa organisasi yang bersifat pergerakan kemerdekaan namun semuanya masih bertipe kedaerahan maupun golongan. Menyebut salah satunya adalah Boedi Oetomo dan Indische Partij yang keduanya lahir dengan latar belakan Jawa.

Di sini penulis hanya akan menguraikan bagaimana para pemuda itu mempunyai pemikiran yang begitu brillian melampaui ide zamannya. Mereka adalah pemuda pemuda didikan Belanda yang dipersiapkan untuk menjadi pegawai di pemerintahan kolonial. Dengan kemudahan yang didapatkan harusnya mereka terlena bila membayangkan enaknya menjadi pegawai pemerintah pada saat itu.

Kita bisa meneladani semangat mereka untuk menggalang persatuan yang kini semakin dilupakan. Kesadaran sebagai sebuah bangsa Indonesia kini patut dipertanyakan kembali. Isyu primordial masih sering terlihat dan terdengar di depan kita. Haruskah kita melupakan sumpah yang begitu heroik itu kini?

Tak mudah untuk menerima perbedaan tapi melihat para pemuda dahulu berhasil menggagas persatuan harusnya kita mampu mengikuti jejaknya atau setidaknya merawatnya.

Kita pemuda zaman kini harusnya memanfaatkan momen bulan Oktober ini untuk kembali bisa menjadi agen persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa yang mengaku bertanah air satu yaitu tanah air Indonesia. Mari kita redam dan kikis sentimen kedaerahan demi merawat kemajemukan yang indah seperti yang tertuang dalam semboyan negara kita; Bhineka Tunggal Ika.

Dan sekali lagi, di Bulan Oktober kali ini, marilah  sejenak kita mengulang kembali Sumpah tersebut sebagai pemuda masa kini karena Oktober adalah bulan pemuda.

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928


TAGS Sumpah Pemuda


-

Author

Saya adalah arsiparis di Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan. Saya juga ngajar Seni dan budaya di SMAM6 Ponpes Karangasem Paciran, Lamongan. Yang pasti saya suka nulis itu saja.

Search

Recent Post