Negeri Gampang Heboh

26 Oct 2017

Kita sering terkejut dan latah ikut ikutan berkomentar bila mendengar berita yang bisa dikatakan belum jelas juntrungannya. Ada beberapa faktor pendorong yang saya rasa ikut memicu banyaknya komentar di media sosial tentang sebuah berita yang kadang kala adem ayem saja bagi si pelaku atau obyek berita tersebut.

Memang banyak isyu nasional yang berseliweran di beranda medsos kita tapi tidak seharusnya kita ikut ikutan berkomentar kalau tidak tahu duduk masalahnya. Media mempunyai peran penting memancing kehebohan masyarakat dalam memaknai sebuah berita.

Faktor kedua karena kini kecepatan adalah kunci utama sebuah informasi, maka apa yang tersaji seolah olah adalah sebuah Headline berita karena selalu muncul di atas beranda kita padahal itu hanya berita sambil lalu. Kita harusnya bisa mengoreksi atau mengkritisi sebuah berita yang disampaikan oleh sebuah media tanpa harus ikut ikutan heboh dan malah berkomentar yang memperkeruh suasana. 

Ketiga, adalah banyaknya sumber berita yang tidak valid yang malah intensitas beritanya lebih tinggi daripada media yang sudah kredibel. Ynag ini biasanya Hoax belaka atau malah berniat adu domba.

Kemudahan masyarakat mengakses berita merupakan faktor penting kehebohan itu. Karena berita begitu mudah dikonsumsi dan bebas reply maka kondisi ini memunculkan pengamat pengamat amatir yang kadang kadang tidak jelas komennya bahkan cenderung ikut ikutan belaka.

Kita memang telah menjadi pribadi pribadi yang kepo tanpa tahu keperluan dan kepentingan untuk manfaat apa berita berita itu kita konsumsi. Kita hilang fokus terhadap urusan pribadi yang lebih penting karena dihantam begitu banyaknya arus informasi.

Perasaan paling mengerti terhadap info info yang secuil itu membuat kita pandai bicara tanpa isi karena kurangnya pendalaman terhadap isi berita yang disajikan. Tak dipungkiri lagi bahwa kita memang gampang heboh serta mudah sekali terkejut untuk sesuatu yang belum pasti. Semua itu karena kita belum begitu terliterasi; menjadi orang tahu kebutuhan informasi untuk keperluan mengatasi persoalan kehidupannya baik secara pribadi, dan bermasyarakat.

Ya, mau gimana lagi kita memang gampang heboh.

 


TAGS literasi Literasi Informasi


-

Author

Saya adalah arsiparis di Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan. Saya juga ngajar Seni dan budaya di SMAM6 Ponpes Karangasem Paciran, Lamongan. Yang pasti saya suka nulis itu saja.

Search

Recent Post