Saat Semua Menjadi Ahli Hukum

21 Nov 2017

Ketika informasi yang tersaji banyak menyajikan kasus hukum maka semua menjadi lebih mudah berpartisipasi terlibat di dalamnya. Semua orang seolah menjadi hakim, pengacara, dan jaksa. Istilah hukum menjadi lebih familiar di dapatkan dan dibicarakan.

Sepanjang tahun 2017 ini, kasus hukum banyak menjadi trending topik di media online maupun media cetak. Pengamat dadakan menjadi bermunculan di tempat tempat kerumunan. Di warung kopi, di halte, dan di tempat berkerumun lainnya. Berbagai latar belakang profesi mendadak menjadi seolah olah mengerti hukum dan menganalisa setiap berita yang dibacanya.

Yang paling sering dibicarakan adalah kasus kasus tangkap tangan Komisi Pemberantasan komisi (KPK) dan kasus kasus korupsi lainnya. Ketika seorang yang berkasus di KPK seolah semua adalah penjahat yang bersalah dan diulas kejelekannya sebegitu rupa, meski belum terbukti kesalahannya.

Itulah efek kemudahan akses berita (berita hukum) yang sedikit banyak memberi efek negatif yaitu begitu mudahnya seseorang menghakimi dan menuduh seseorang yang sedang terkena kasus hukum. Tak jarang itu tidak disadari oleh seseorang yang berkomentar bak ahli hukum tersebut bahwa sebenarnya ia telah Ghibah ( mengomongkan kejelekan orang) yang dalam Islam jelas jelas dilarang.

Mungkin kita perlu menahan diri terkait dengan informasi yang berkaitan dengan berkurangnya  kredibilitas maupun karakter seseorang apabila berita tersebut disiarkan. Hindarkan penilaian yang bersifat opini apalagi praduga yang belum teruji kebenarannya.

Tentu akan lebih bijaksana juga apabila informasi yang berkaitan dengan kasus kasus hukum tidak disampaikan secara detail. Meski itu perlu, akan lebih indah bila yang disampaikan adalah hasil keputusan pengadilan bukan proses bagaimana seseorang itu menuju kursi pesakitan.

Hasil keputusan pengadilan adalah wilayah publik yang memang harus disampaikan tetapi proses untuk pengambilan keputusan itu adalah domain para penegak hukum. Kita wajib menjaga nama baik orang yang terkena kasus hukum. Semua rekan media harus bisa berpartisipasi tentang ini agar tidak memunculkan ahli ahli hukum jalanan yang makin memperkeruh suasana.

Kita para pengonsumsi berita pun hendaknya juga bisa menahan diri untuk tidak ikut berkomentar yang hanya berdasarkan sebuah berita. Bukankah setiap berita angle nya berbeda-beda dan harusnya kita lebih dewasa menggunakannya. Salam Literasi! 


TAGS Pengamat Hukum KPK


-

Author

Saya adalah arsiparis di Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan. Saya juga ngajar Seni dan budaya di SMAM6 Ponpes Karangasem Paciran, Lamongan. Yang pasti saya suka nulis itu saja.

Search

Recent Post