• 12

    Oct

    Kiprah Pemuda Dalam Perjalanan Bangsa

    Bulan Oktober identik dengan bulan pemuda. Di bulan ini selalu diperingati sebagai hari sumpah pemuda setiap tanggal 28 Oktober.  Ada dua momen penting perjalanan bangsa Indonesia mulai belum merdeka hingga saat menjelang kemerdekaan. Dua momen itu adalah Kongres pemuda tanggal 28 Oktober 1928 dan Penculikan Soekarno oleh pemuda di Rengasdengklok.  Yang pertama, pemuda berhasil mencetuskan identitas sebuah bangsa dengan melahirkan sumpah pemuda. Mereka yang datang dari berbagai ras dan suku berhasil mengikat persaudaraan  dengan mengakui berbangsa, bertanah air dan berbahasa Indonesia. Sebuah sumpah yang melahirkan heroik nasionalisme. Kedua, penculikan Soekarno di Rengasdengklok dengan maksud mendorong proklamator itu untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Mes
    Read More
  • 9

    Apr

    Jangan Biarkan Anak Kita Bersikap Adigang Adigung

    ……….. Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah Menuntut mereka jadi seperti sepertimu. Sebab kehidupan itu menuju kedepan, dan Tidak tengelam di masa lampau. ………… Itulah Bait ketiga dari puisi ‘Anakmu Bukanlah Milikmmu” Karya Pujangga Lebanon Kahlil Gibran yang sangat kontekstual untuk memaknai kasus yang baru baru ini terjadi di Medan Sumatra Utara tentang seorang siswi SMA yang membentak seorang Polwan karena mengaku sebagai anak seorang Jenderal.   Kasus tersebut membuat penulis trenyuh akan pola pengasuhan orang tua terhadap anaknya. Sebagai orang tua kita memang akan selalu protektif terhadap anak anak kita namun bila itu membuat anak selalu berlindung di ketiak orang tua akan beresiko juga bagi anak tersebut. Resi
    Read More
  • 2

    Apr

    Kartini: Kegelisahan yang Abadi

    Setiap memasuki bulan April kita di Indonesia akan selalu teringat sosok perempuan ningrat dari Jepara, R.A. Kartini. Kartini yang selalu minta dipanggil dengan namanya saja seperti pengakuannya dalam suratnya “panggil aku Kartini saja” memang sosok  figur perempuan yang abadi. Ia yang mati muda, meninggal dalam usia 25 tahun,  telah memberikan warisan yang tak lekang oleh gerusan Zaman yaitu tulisan tulisannya yang berupa surat suratnya kepada temannya di negeri Belanda. Buku kumpulan suratnya Door Duisternis Tot Licht yang dialihbahasakan oleh Sastrawan Pujangga Baru Armijn Pane menjadi “Habis Gelap Terbitlah Terang; Boeah Pikiran” menjadi warisan berharga yang menginspirasi bukan hanya perempuan Indonesia bahkan perempuan manca negara. Tulisan Kartini
    Read More
- Next

Author

Saya adalah arsiparis di Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan. Saya juga ngajar Seni dan budaya di SMAM6 Ponpes Karangasem Paciran, Lamongan. Yang pasti saya suka nulis itu saja.

Search

Recent Post