• 26

    Sep

    PKI Harus Dibenci Tapi Tidak Semua yang Dibenci Kita Anggap PKI

    Bulan September ini kita selalu gencar mendengar dan membaca tentang sebuah gerakan yang menghebohkan di tahun 1965. Gerakan 30 September Penghiantan Partai Komunis Indonesia ( PKI) atau yang lazim dikenal G30S PKI. Kisah penculikan para jenderal TNI AD yang dilakukan oleh Cakrabirawa yang dikendalikan oleh Letkol untung yang berafiliasi ke PKI. Peristiwa itu selalu menjadi mimpi buruk bagi kita rakyat Indonesia. Tujuh Jenderal telah mati dan di buang di sumur tua di Lubang Buaya Jakarta. Saya tidak bisa membayangkan betapa mencekamnya saat itu. Bagaimana tidak mencekam ketika tujuh perwira tinggi TNI telah mati oleh pasukan sendiri yang telah disusupi oleh PKI. Itulah kenangan buruk sejarah negeri ini yang semoga tak akan terulang lagi. PKI, telah berbuat kesalahan besar dengan membunuh
    Read More
  • 18

    Aug

    Tak Ada Kemerdekaan Bila Pejabatnya Bermental Kolonial

    Mumpung masih dalam suasana memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 saya jadi ingin mengingatkan kembali arti kemerdekaan itu. Merdeka adalah kebebasan dalam segala hal. Sebagai sebuah bangsa kita diakui sebagai bangsa yang bebas menentukan arah langkah kita sebagai sebuah bangsa ketika Presiden Soekarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Setelah sekian lama merdeka apakah kita merasakan betul nikmat  sebagai warga negara sebuah bangsa yang merdeka. Kita merdeka dari pemerintah kolonial Belanda yang sebegitu lama memerintah kita sebagai koloninya. Sebagai koloni Belanda kita harus tunduk dengan apa apa yang diinginkan oleh pemerintah kolonial. Pemerintah kolonial, seperti yang kita tahu dari beberapa dokumen dan pelajaran sejarah, mempe
    Read More
  • 26

    Sep

    Haruskah Demi Kekuasaan Kita Saling Curiga?

    Dalam hidup dikenal tiga macam cobaan yang lazim dikenal dengan istilah tiga TA: Harta, Wanita, dan Tahta. Namun, di antara ketiga itu, yang paling berbahaya dan paling menggoda adalah “Ta” yang terakhir yaitu Tahta atau Kekuasaan. Kekuasaan inilah yang mempermudah seseorang ataupun golongan untuk mendapatkan dua ta yang sebelumnya yaitu Harta dan Wanita. Dalam setiap perebutan kekuasaan kita bisa mengambil pelajaran dari masa lampau bagaimana kekuasaan diperebutkan hingga melupakan sanak saudara bahkan tak jarang sampai menumpahkan darah. Kini, di zaman modern ini perebutan kekuasaan memang tak lagi berdarah darah seperti zaman baheula. Ada mesin mesin politik yang menjadi sarananya untuk mendapatkan kekuasaan itu. Kita sebagai negara yang berbhineka tunggal ika yang sudah ba
    Read More
- Next

Author

Saya adalah arsiparis di Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan. Saya juga ngajar Seni dan budaya di SMAM6 Ponpes Karangasem Paciran, Lamongan. Yang pasti saya suka nulis itu saja.

Search

Recent Post