• 16

    May

    Ramadhan Momen Menguji Kesabaran Kita

      Ramadhan sebentar lagi tiba. Semua aktivitas menyambut kedatangannya terlihat di mana mana. Surau dan masjid nampak berbenah menyambut bulan suci Ramadhan.  Sebagai bulan suci umat Islam yang di dalamnya kitab suci Al qur’an diturunkan, Ramadhan memang menjadi magnet tersendiri bagi umat Islam yang beriman.  Di bulan Ramadhan ini,  umat Islam berkesempatan merefresh rohaninya agar kembali bersih. Ritual ibadah banyak dilakukan di bulan suci ini.  Membaca Al qur’an,  sholat tarawih,  dan zakat,  adalah amalan amalan yang mendapat pahala berlimpah di bulan ini.    Kita hendaknya bisa memanfaatkan bulan puasa ini menjadi lebih khusuk dengan meningkatkan kesabaran.  Puasa menahan lapar dari menjelang subuh saat sahur hingga
    Read More
  • 27

    Mar

    Menikmati Keheningan

    Kita sehari harinya hidup dalam kegaduhan. Semuanya berisik oleh aktivitas dan informasi yang berlalu lalang. Untuk memberi makna kita harus jeda, kontemplasi diri menuju kekosongan. Dalam sepi kita lebih bisa mencari jati diri. Kemarin adalah Hari Raya Nyepi bagi umat hindu. Sejenak mari bersama menikmati sepi. Mari bergelut dengan keheningan mengosongkan tubuh dan fikiran sebelum direfresh kembali. Kita butuh untuk menyepi agar bersih dari kebisingan urusan dunia yang fana. Tak peduli apapun agamanya, kebutuhan menyepi adalah makanan rohani agar hati lebih tajam dan fokus memaknai hidup. segala keramaian membuat frekwensi fikiran campur aduk. Kesimpangsiuran informasi yang menjelma ilusi. Konsentrasi dalam ibadah adalah hal yang wajib dilakukan dan itu bisa didapatkan dengan menyepi. H
    Read More
  • 21

    Mar

    Bersabarlah! Kenapa Harus Bunuh Diri?

    Fenomena bunuh diri secara live minggu minggu ini menjadi topik hangat di media sosial (medsos). Sebuah Jalan menempuh kematian yang hina dan diharamkan oleh agama apapun. Bahkan ada yang sampai disiarkan langsung di medsos, sungguh memalukan bagi orang orang terdekatnya Bukan pada pelakunya. Sudah hilangkah rasa percaya kita terhadap kematian itu ada di tangan Tuhan. Mengapa kita tidak bersabar untuk menantinya dan mengisi hidup dengan cara yang bermanfaat. Para pelaku bunuh diri itu adalah orang yang lupa bahwa kematian itu ada di tangan Tuhan. Kalau mereka menyadari hal itu, tentunya mereka akan bersabar karena pada saat ia mati bunuh diri itu, tanpa harus dilakukan dengan membunuh dirinya sendiri ia pun akan mati. Bukankah Rejeki dan waktu kematian itu sudah ada takdirnya. Yang tertu
    Read More
- Next

Author

Saya adalah arsiparis di Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan. Saya juga ngajar Seni dan budaya di SMAM6 Ponpes Karangasem Paciran, Lamongan. Yang pasti saya suka nulis itu saja.

Search

Recent Post