• 16

    Oct

    Selamat Jalan Kiperku

    Deg! Benturan pun tak terhindarkan, sejenak Choirul Huda, Kiper Persela itu memegang dada kirinya, beberapa saat kemudian ia tak sadarkan diri. Ia langsung di bawa ke luar Stadion Surajaya. Benturan dengan rekan setim, Ramon Rodrigues De Mesquita, akhirnya membuat Sang Kiper legendaris Lamongan itu pergi selamanya. Meski pertandingan pada 15/10/2017 Persela menang 2-0 melawan Semen Padang, namun usai pertandingan yang terjadi adalah hujan tangis karena mendengar kabar meninggalnya Choirul Huda. Choirul Huda adalah ikon kesebelasan asal Lamongan, Persela. Ingatan saya melayang jauh ke belakang sekitar tahu 97/98 di mana saat itu sedang berlangsung Bupati Cup se Kabupaten Lamongan. Kesebelasan Kota Lamongan sedang berhadapan dengan Kecamatan Paciran. Kekaguman saya adalah pada sosok kiper K
    Read More
  • 25

    Dec

    Terima Kasih, Ibu Kau Adalah Guru dan Cinta Pertamaku

    Seorang yang selalu ada di belakangmu, menjadi pendoamu, menjadi pembelamu, dan semua itu tanpa harap balas budi ia adalah ibu. Wanita yang dengan ikhlas mencintai bahkan sebelum tahu wujud rupa kamu, ibu begitulah kita memanggilnya. Berkat kebesaran cinta dan pengorbanan yang diberikan seorang ibu pada anak anaknya Nabi Muhammad SAW pun menempatkan derajatnya tiga tingkat dibandingkan derajat seorang ayah. Adakah cinta yang lebih tulus daripada cinta seorang ibu pada anaknya? Bahkan kekasih yang paling kau cinta pun tak mampu menyamai cintanya. Ibu adalah guru kita yang pertama. Ia mengajari kita aneka rupa kecakapan hidup mulai berbahasa, bersopan santun dan aneka ketrampilan hidup lainnya karena ialah orang yang selama 24 jam bersama kita saat kita tumbuh dan berkembang. Adakah kita da
    Read More
  • 8

    Nov

    Gus Huda: Pahlawan Bagi si Miskin yang Sakit

    Bagi sebagian orang apa yang dilakukan oleh Gus Huda ini adalah hal biasa. Ia hanya meruqyah orang orang yang punya keluhan-keluhan fisik maupun non fisik alias sakit. Mulai dari sakit biasa hingga kronis semua ditanganinya. Dengan do’a do’a, ia menyembuhkan para pasiennya yang kebanyakan kurang mampu untuk berobat secara konvensional. Lelaki yang bertempat tinggal di Dusun Karang Wungu Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik ini pernah melakukan banyak ragam pekerjaan. Beliau pernah jadi sales krupuk, kuli bangunan, buruh tani dan hampir semua jenis pekerjaan kasar pernah ia jalani. Lahir dari keluarga agamis karena ayahnya adalah Modin desa, tanggal 1 Maret 1973 di Lamongan sejak kecil Gus Huda memang sudah mengenal ilmu agama dari keluarganya. Sejak kecil beliau sudah di
    Read More
-

Author

Saya adalah arsiparis di Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan. Saya juga ngajar Seni dan budaya di SMAM6 Ponpes Karangasem Paciran, Lamongan. Yang pasti saya suka nulis itu saja.

Search

Recent Post