• 18

    Apr

    Gubernur Jakarta Harus Memahami Jakarta Adalah Kota Metropolitan

    Menjadi seorang gubernur Jakarta, tidaklah mudah mengingat kompleknya aneka ragam penduduknya. Hampir semua suku di Indonesia hadir di dalamnya. Tentunya kita tidak bisa mendominasikan budaya salah satu suku saja. Dengan keanekaragaman penduduk yang demikian komplek tentu berimbas pada kultur yang berbeda pula. Sebagai pemimpin Jakarta tentunya, Gubernur Jakarta harus bisa mengakomodir dan bersikap sebagaimana karakter warganya yang berbeda latar budaya. Betawi sebagai suku asli Jakarta tidak lagi bisa mendominasi mengingat Jakarta adalah ibukota Indonesia maka secara otomatis pun menjadi milik seluruh warga negara Indonesia. Kebesaran sikap warga betawi menjadi penting untuk menjadikan jakarta menjadi lebih dinamis. Gubernur Jakarta haruslah berjiwa pancasilais sejati yang juga berarti m
    Read More
  • 21

    Nov

    Bu Rati yang Sabar Dan Tak Pilih Kasih

    Namanya Surati tapi kami memanggilnya Bu Rati. Beliau adalah guru kelas lima di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Paciran 1. Pada saat itu tahun 80-an pola mengajar masih ada sedikit kekerasan kecil misalnya memukul dengan penggaris kayu, memukul dengan kemoceng, atau menjewer telinga. Namun, selama aku di SDN dulu tak pernah sekalipun melihat Bu Rati melakukan itu. Bahkan membentak pun beliau tidak pernah. Senjata beliau adalah menangis bila anak anaknya nakal, dan bila sudah begitu kami pun terdiam dan patuh kembali. Dalam mengajar kami pun Bu Rati tak pernah membeda-bedakan kami. Baik itu anak petani, nelayan atau pun anak priyayi (PNS) Bu Rati mempelakukan kami semua seperti beliau memperlakukan anaknya sendiri. Bu Rati biasa memanggil kami anak laki-laki dengan panggilan akrab, Cung, (Kacun
    Read More
  • 1

    Jan

    Ketika Kalender Pertama Dibuka Ada 365 Kesempatan Di Depannya

    Ketika 2015 Desember berakhir dan kita membuka halaman pertama kalender 2016 kita melihat sesuatu yang baru. Ya, tanggal 1 Januari 2016 mungkin gambar kalendernya berbeda beda tapi yang pasti kita bisa pastikan semuanya tampil dengan wajah ilustrasi kalender yang fresh dan baru. Mungkin baunya pun masih bau kertas dan tinta cetak.  Itulah stimulan pertama dalam kehidupan kita memaknai tahun baru. Kita dipancing dengan kalender baru fresh dan segar sehingga secara tak sadar kita pun seolah kosong dan harus diisi yang baru. Apakah tahun yang sudah kita lalui  benar benar kosong? tentunya tahun yang telah berlalu banyak menyisakan dibenak kita bahwa masih banyak pekerjaan atau apapun aktivitas yang mungkin tak terselesaikan di tahun itu. Kita kaget dan mengalami kejutan di syaraf p
    Read More
- Next

Author

Saya adalah arsiparis di Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan. Saya juga ngajar Seni dan budaya di SMAM6 Ponpes Karangasem Paciran, Lamongan. Yang pasti saya suka nulis itu saja.

Search

Recent Post