• 20

    Oct

    Pribumi Kita Berwajah Bhineka Tunggal Ika

    Pribumi adalah semua menjadi warga negara Indonesia. Semua yang tinggal dan mengaku bertanah air Indonesia adalah pribumi.Dan mereka yang tidak mengaku berbangsa dan bertanah air Indonesia adalah warga negara asing. Isyu pribumi yang kembali hangat setelah Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, mengungkapkan dalam pidato pelantikannya. Kita maklum, karena isyu global yang meniscayakan Asing berkiprah di sebuah bangsa membuat Gubernur DKI itu mengatakan itu. Jakarta sebagai kota kosmopolitan harus disadarkan pribuminya agar mereka tidak terlena dan hanya menjadi konsumen usaha yang dilakukan oleh warga negara asing. Agar tak tergilas, pribumi harus bisa meningkatkan kemampuan agar dapat berpacu bersama dengan mereka. Tidak ada maksud untuk menyudutkan golongan tertentu ketika Anies mengatakan i
    Read More
  • 18

    Oct

    Oktober Adalah Bulannya Pemuda

    Bulan Oktober identik dengan sebuah peristiwa penting yang digagas pemuda. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 telah berhasil mengubah arah perjuangan Indonesia sebagai sebuah bangsa. Kita yang dahulunya terpecah pecah baik suku maupun ras  berubah total menjadi sebuah bangsa berkat sumpah para pemuda pada tahun itu. Kesadaran akan kesamaan sebagai sebuah bangsa yang bertanah air satu yaitu Tanah Air Indonesia mengakibatkan munculnya ikatan kuat persatuan antar elemen yang mengisi gugusan kepulauan Nusantara ini. Tidak mudah saya rasa untuk mengakui dan menerima perbedaan pada saat itu namun terbukti bahwa pemuda pada zaman itu berhasil mewujudkannya. Mereka Jong Islamiten Bond, Jong Sumateranen Bond, Jong Celebes, Jong Ambon dan lainnya berhasil menelorkan sebuah sumpah yang ikonik bagi p
    Read More
  • 16

    Oct

    Selamat Jalan Kiperku

    Deg! Benturan pun tak terhindarkan, sejenak Choirul Huda, Kiper Persela itu memegang dada kirinya, beberapa saat kemudian ia tak sadarkan diri. Ia langsung di bawa ke luar Stadion Surajaya. Benturan dengan rekan setim, Ramon Rodrigues De Mesquita, akhirnya membuat Sang Kiper legendaris Lamongan itu pergi selamanya. Meski pertandingan pada 15/10/2017 Persela menang 2-0 melawan Semen Padang, namun usai pertandingan yang terjadi adalah hujan tangis karena mendengar kabar meninggalnya Choirul Huda. Choirul Huda adalah ikon kesebelasan asal Lamongan, Persela. Ingatan saya melayang jauh ke belakang sekitar tahu 97/98 di mana saat itu sedang berlangsung Bupati Cup se Kabupaten Lamongan. Kesebelasan Kota Lamongan sedang berhadapan dengan Kecamatan Paciran. Kekaguman saya adalah pada sosok kiper K
    Read More

Author

Saya adalah arsiparis di Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan. Saya juga ngajar Seni dan budaya di SMAM6 Ponpes Karangasem Paciran, Lamongan. Yang pasti saya suka nulis itu saja.

Search

Recent Post